DPRD Kalteng Soroti Kondisi IGD RSUD Doris Sylvanus, Pasien Disebut Sampai Tidur di Lantai

Siap diputar

PALANGKA RAYA, Borneo Islami โ€“ Kalangan DPRD Kalimantan Tengah menyoroti kondisi pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr Doris Sylvanus (RSDDS) yang dinilai masih menghadapi berbagai persoalan, mulai dari keterbatasan ruangan hingga tingginya jumlah pasien yang datang untuk berobat.

Akibat kondisi tersebut, sejumlah pasien bahkan disebut harus menunggu berjam-jam dan terpaksa berada di lantai karena keterbatasan kapasitas ruang pelayanan yang tersedia di IGD.

Permasalahan ini disebut bukan persoalan baru. Sejak beberapa tahun terakhir, RSUD dr Doris Sylvanus terus menghadapi tantangan meningkatnya jumlah pasien rujukan dari berbagai daerah di Kalimantan Tengah yang tidak sebanding dengan kapasitas fasilitas maupun tenaga medis yang tersedia.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Tommy Irawan Diran, mengatakan pihaknya telah beberapa kali melakukan rapat dengar pendapat (RDP) terkait kondisi pelayanan di rumah sakit tersebut.

โ€œMemang ada beberapa kali RDP juga sudah disampaikan, kondisi yang pertama terkait kesiapan tenaga, terutama pasien yang banyak, sementara tenaga dinilai kurang profesional,โ€ ujarnya, Senin (4/5/2026).

Menurut Tommy, manajemen rumah sakit sebenarnya telah melakukan sejumlah pembenahan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Namun, perubahan yang dilakukan dinilai belum terlalu signifikan jika dibandingkan dengan tingginya jumlah pasien yang datang setiap hari.

Ia menjelaskan, saat kondisi pasien tidak terlalu padat, pelayanan di IGD masih dapat berjalan cukup baik. Namun ketika jumlah pasien meningkat drastis, tenaga medis dan fasilitas yang ada menjadi kewalahan karena keterbatasan kapasitas pelayanan.

โ€œPermasalahan di rumah sakit Doris Sylvanus ini memang sejak dulu ada, terutama di IGD. Memang ada perubahan, tapi belum terlalu signifikan. Namun setidaknya sudah ada pergerakan ke arah perbaikan,โ€ katanya.

Tommy berharap ke depan ada sinergi pelayanan antar rumah sakit di Kota Palangka Raya agar beban pelayanan di IGD RSUD dr Doris Sylvanus dapat berkurang.

Selain itu, ia juga mendorong percepatan pembangunan dan pengembangan rumah sakit baru di Kalimantan Tengah, termasuk optimalisasi pelayanan di RS Kalawa Atei sebagai solusi jangka panjang terhadap persoalan kepadatan pasien.

Menurutnya, peningkatan fasilitas kesehatan dan penambahan kapasitas layanan menjadi hal penting agar masyarakat bisa memperoleh pelayanan medis yang lebih layak dan cepat.

DPRD Kalteng juga menilai pembenahan tidak hanya perlu dilakukan dari sisi fasilitas fisik, tetapi juga menyangkut penguatan manajemen rumah sakit, peningkatan kualitas tenaga kesehatan, serta sistem pelayanan pasien agar lebih maksimal di tengah tingginya kebutuhan layanan kesehatan masyarakat.

Selamat Hari Pers
Ads 1200x250b
Tampilkan lebih banyak

Berita Terkait

Back to top button