Aksi Mahasiswa Anak Buruh Sempat Ricuh, Agustiar Sabran Turun Langsung Redam Suasana

Siap diputar

PALANGKA RAYA, Borneo Islami – Suasana aksi Gerakan Mahasiswa Anak Buruh di depan Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Senin (11/5/2026), sempat memanas setelah terjadi keributan antara massa aksi dengan pihak tak dikenal di tengah jalannya demonstrasi.

Ketegangan yang terjadi di bawah terik matahari itu langsung mereda setelah Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, turun langsung menemui massa aksi dari belakang kerumunan dan berupaya menenangkan situasi di lokasi.

Kehadiran gubernur disambut antusias para mahasiswa yang sejak awal menyuarakan berbagai aspirasi terkait persoalan buruh, pendidikan, serta kesejahteraan masyarakat dalam momentum Hari Buruh dan Hari Pendidikan Nasional.

β€œWajar kok ya, tadi kita ceritakan juga masalahnya kenapa bisa seperti ini, jadi sesuatu itu pasti ada prosesnya. Tentu aspirasi ini akan kita tindak lanjuti, dan saya juga apresiasi kepada mahasiswa, karena dengan adanya mereka yang memiliki pandangan idealis,” ujar Agustiar kepada awak media.

Dalam dialog terbuka bersama mahasiswa, Agustiar mengajak massa aksi menyampaikan tuntutan secara damai dan tertib. Ia menilai kritik dan masukan dari kalangan mahasiswa menjadi bagian penting dalam proses pembangunan daerah.

Suasana aksi yang sebelumnya tegang perlahan berubah lebih cair ketika gubernur membagikan minuman kepada peserta aksi sebagai bentuk kepedulian di tengah cuaca panas. Momen tersebut sekaligus menjadi simbol pendekatan humanis pemerintah kepada mahasiswa yang sedang menyampaikan aspirasi.

β€œSaya senang sebenarnya berdialog dengan mahasiswa untuk membahas pembangunan Kalteng, supaya kebijakan kami ini tidak hanya mendengarkan pandangan dari dinas-dinas saja,” katanya.

Demo Mahasiswa Anak Buruh di Kantor Gubernur Kalteng Memanas, Agustiar Turun Langsung Temui Massa

Menurut Agustiar, pemerintah daerah membutuhkan sudut pandang generasi muda agar arah pembangunan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.

Ia juga mengajak mahasiswa dan pemerintah untuk bersama-sama menjaga kondusivitas daerah serta membangun Kalimantan Tengah melalui semangat kolaborasi dan komunikasi yang terbuka.

Di akhir dialog, gubernur bersama massa aksi bahkan melakukan simbolis bersulang sebagai bentuk kebersamaan dan komitmen membangun daerah yang lebih baik. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan sejumlah tuntutan yang diajukan mahasiswa kepada pemerintah daerah.

Agustiar berharap seluruh aspirasi yang disampaikan dapat menjadi bahan evaluasi bersama tanpa harus memicu konflik berkepanjangan.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah akan terus membuka ruang dialog bagi masyarakat maupun mahasiswa demi menciptakan pembangunan yang inklusif, adil, dan berpihak kepada kepentingan rakyat.

Selamat Hari Pers
Ads 1200x250b
Tampilkan lebih banyak

Berita Terkait

Back to top button