PURUK CAHU, Borneo Islami β Pemerintah Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, menyatakan dukungan penuh terhadap upaya peningkatan profesionalisme juru sembelih di wilayah setempat. Komitmen ini ditegaskan guna mewujudkan standarisasi penyembelihan yang aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH) bagi konsumsi masyarakat.
Dukungan tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Bupati Murung Raya, Rahmanto Muhidin, saat membuka agenda pelatihan yang digagas oleh organisasi Juru Sembelih Halal (Juleha) Kabupaten Murung Raya di Aula RSUD Puruk Cahu.
Menurut Rahmanto, kepemilikan sertifikasi resmi bagi para juru sembelih sangat krusial. Selain memberikan jaminan keamanan pangan keagamaan, sertifikasi ini membuka peluang ekonomi baru bagi para purnatugas sembelih untuk menjadi pemasok (supplier) daging halal berskala besar bagi pelaku usaha.
Urgensi Pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha):
-
Penentu Kehalalan: Juru sembelih merupakan ujung tombak yang memastikan seluruh proses pemotongan memenuhi kaidah halalan thoyyiban.
-
Kesejahteraan Hewan: Peserta dibekali pemahaman aspek perlakuan hewan yang baik (animal welfare) serta pemeriksaan kesehatan hewan pra-penyembelihan.
-
Persiapan Idul Adha: Menyiapkan tenaga kompeten untuk menghadapi lonjakan aktivitas penyembelihan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah yang segera tiba.
Sementara itu, Ketua Juleha Murung Raya, Bahran, membeberkan bahwa pelatihan kali ini diikuti oleh sedikitnya 112 peserta. Seluruh partisipan merupakan perwakilan dari pengurus masjid di Kota Puruk Cahu serta utusan dari sejumlah desa sekitar.
Langkah strategis ini pun mendapat apresiasi luas karena berhasil membangun kolaborasi lintas sektor. Agenda ini turut dihadiri oleh Ketua DPP Juleha Indonesia Muhammad Ali Subarkah, Ketua Juleha Kalteng Nanang Fahrurrazi, Kepala Kemenag Murung Raya Marzuki Rahman, serta jajaran tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.












