Diskominfo Palangka Raya Edukasi Mahasiswa IAKN Jaga Privasi dan Keamanan Digital
PALANGKA RAYA, Borneo Islami – Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kota Palangka Raya memberikan edukasi kepada mahasiswa Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Palangka Raya mengenai pentingnya menjaga privasi dan keamanan dalam ruang digital.
Kegiatan sosialisasi yang diikuti sekitar 250 mahasiswa tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga keamanan data serta aktivitas di dunia digital.
Kepala Diskominfo Kota Palangka Raya, Saipullah mengatakan, mahasiswa perlu memiliki pemahaman yang baik mengenai keamanan digital agar tidak hanya menjadi pengguna media sosial, tetapi juga mampu melindungi perangkat serta akun mereka dari ancaman siber.
“Dengan pengetahuan ini, mahasiswa diharapkan mampu menjaga perangkat dan akun mereka dari ancaman siber maupun peretasan yang saat ini semakin marak,” ujarnya di Palangka Raya, Selasa.
Ia menegaskan bahwa keamanan digital tidak hanya bergantung pada sistem teknologi, tetapi juga pada kesadaran individu dalam melindungi perangkat, data pribadi, informasi sensitif, serta akun daring dari berbagai ancaman.
Ancaman tersebut antara lain peretasan, penipuan daring, malware hingga pencurian identitas.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Publik Diskominfo Kota Palangka Raya, Hendra Surya menyebutkan bahwa pemahaman mengenai keamanan digital menjadi hal yang sangat penting di era teknologi saat ini.
Menurutnya, mahasiswa merupakan kelompok yang sangat aktif menggunakan perangkat digital, baik untuk kepentingan akademik maupun aktivitas sehari-hari.
“Pemahaman keamanan siber sangat diperlukan untuk melindungi data pribadi, hasil penelitian, serta menjaga reputasi dari potensi penyalahgunaan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” katanya.
Ia menambahkan, meningkatnya kasus kejahatan siber membuat mahasiswa harus lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan di dunia digital, seperti email atau situs phishing yang dirancang untuk mencuri data dan kredensial akun pengguna.
Dalam kegiatan tersebut, Diskominfo juga mengedukasi mahasiswa mengenai pentingnya memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya di media sosial.
Selain itu, mahasiswa juga diberikan pemahaman mengenai etika berkomentar di ruang digital serta pentingnya menjaga keamanan data pribadi agar tidak sembarangan membagikan identitas diri di platform daring.
Melalui sosialisasi ini, Diskominfo berharap mahasiswa dapat menjadi generasi digital yang cerdas, aman, serta bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi informasi.
Hendra juga berharap kegiatan literasi digital ini dapat menekan penyebaran hoaks di Kota Palangka Raya, sekaligus mendorong mahasiswa menjadi agen literasi bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya.
“Kita ingin mahasiswa menjadi generasi yang kritis. Sebelum jempol bergerak untuk membagikan informasi, mereka harus berpikir terlebih dahulu apakah informasi tersebut benar dan bermanfaat atau tidak,” tutupnya.












