Antisipasi Kemarau Panjang 2026, DLH Palangka Raya Gandeng Tokoh Adat Cegah Karhutla

Siap diputar

PALANGKA RAYA, Borneo Islami – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, terus bergerak cepat memperkuat peran tokoh adat di wilayah setempat untuk mengantisipasi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau 2026.

Langkah taktis ini diwujudkan melalui sosialisasi intensif yang menyasar para tokoh adat, tokoh masyarakat, kelompok tani, hingga pengurus RT dan RW di Kota Cantik.

Plt Kepala DLH Palangka Raya, Untung Sutrisno, menegaskan bahwa pendekatan berbasis adat dinilai jauh lebih efektif. Hal ini dikarenakan pesan-pesan pencegahan yang disampaikan lahir langsung dari nilai dan norma yang selama ini dihormati oleh masyarakat lokal.

Urgensi Revitalisasi Kearifan Lokal:

Pemerintah kota juga terus mendorong perluasan praktik pengelolaan lahan ramah lingkungan. Beberapa strategi utama yang digalakkan meliputi pelatihan membuka lahan tanpa bakar (PLTB), penguatan ekonomi masyarakat, serta pemberian perlindungan terhadap wilayah adat.

Langkah preventif ini menjadi kian krusial mengingat data BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut memprediksi musim kemarau 2026 akan datang lebih awal dan berlangsung cukup panjang, yakni mulai Mei hingga Agustus 2026. Kondisi cuaca yang kering ini berpotensi meningkatkan risiko karhutla serta menurunkan kualitas udara.

Sebagai informasi, upaya keras Pemkot Palangka Raya dalam menekan angka karhutla menunjukkan tren yang sangat positif dalam beberapa tahun terakhir:

Tahun Luas Kebakaran Hutan & Lahan (Karhutla)
2023 3.892,15 Hektare
2024 26,08 Hektare
2025 7,98 Hektare

“Capaian penurunan yang signifikan ini perlu kita pertahankan dan terus ditingkatkan melalui partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat dalam menjaga lingkungan sekitar,” pungkas Untung.

Selamat Hari Pers
Ads 1200x250b
Tampilkan lebih banyak

Berita Terkait

Back to top button